Blogger Template by Blogcrowds.

Semua Berawal Dari Buku….

Nampaknya aku memang klop dengan buku. Ataukah memang aku tercipta sebagai pecinta berat buku? Yang jelas, buku telah menemaniku hampir sepanjang hidupku. Semasa kecil, saat aku belum bisa berdiri, buku telah hadir di sekelilingku tiap hari. Ya, orangtuaku memiliki rental buku, sehingga tiap sore aku selalu berada di antara buku dan dikelilingi para penyuka buku yang sesekali menggodaku. Sungguh, aku bahkan jadi maskot di rental buku itu!

Saat aku di TK, mamaku dengan setia membacakan cerita dari buku. Dongeng-dongeng HC Andersen, komik Donald Duck, buku-buku ilmu pengetahuan telah kulahap bahkan sebelum aku mengenal abjad. Saat aku sekolah, toko buku menjadi tempat yang familier bagiku. Cergam Tintin, buku ilmu pengetahuan Pustaka Dasar, buku anak-anak Enid Blyton, menjadi kawan dan koleksi pertamaku. Menginjak SMP dan SMA mulailah novel menjadi obsesiku, bahkan hingga sekarang.

Membuat blog buku adalah satu tahap berikutnya setelah menikmati membaca buku. Lalu membuka rental buku menyusul. Dilanjutkan dengan memiliki toko buku online. Sampai di sini kecintaanku terhadap buku makin mengental. Dan semakin banyak jenis maupun jumlah buku yang kubaca dan kugeluti, makin bertambah pula kemampuanku untuk menuangkannya dalam resensi-resensi yang kutulis. Kata seorang rekan blogger yang wartawan, gaya menulisku makin meningkat setahun belakangan ini. Entahlah, mungkin saja begitu. Kuyakin, itu ada hubungannya juga dengan keikutsertaanku pada Blogger Buku Indonesia, sebuah grup indie yang berisikan para kutubuku yang senang berbagi pengalaman membaca buku.

Salah satu kegiatan kami adalah membaca buku bersama, dan menulis resensinya untuk diposting di blog buku masing-masing. Yah…namanya juga Blogger Buku! Dan kegiatan itu rupanya turut serta membakar semangatku untuk lebih banyak lagi dan lagi membaca serta menulis resensi buku. Dan rupanya pergelutanku dengan buku tak akan berhenti hingga di situ saja. Selama ini aku rajin memposting juga resensi yang telah terbit di blogku, menjadi notes di Facebook. Kupikir, tak semua orang bisa mengakses blogku, jadi mengapa tak kumanfaatkan saja 500 lebih orang yang (katanya) temanku atau ingin menjadi temanku dan pernah meng-add aku di situs pertemanan itu. Lebih enak bukan, bisa berbagi tentang buku dengan lebih banyak orang?

Akhirnya banyak juga yang berkomentar, mengacungkan jempol untuk resensi-resensiku. Tapi kalau sekarang kupikir-pikir lagi….mungkin masih banyak pula teman (atau penggemar? Terserahlah..) yang ikut membaca resensi-resensiku walau tanpa suara, alias tak berkomentar, alias pembaca dari jauh.

Hampir seminggu yang lalu, tiba-tiba sebuah e-mail datang dari teman lamaku, waktu kami kursus Bahasa Prancis bersama sekitar 15-20 tahun lalu. Seperti yang dapat kauduga, aku bertemu dengannya kembali di belantara Facebook. Meski kami hanya sesekali bertegur sapa, namun mungkin saja ia banyak membaca resensi-resensiku. Bagaimana pun, e-mail itu datang bagai petir di siang bolong!

Fanda,
kamu mau tah jadi editor untuk novel-novel terjemahan?

Meski aku selalu penasaran (dan ada keinginan samar dalam hati) untuk menjadi editor, tak pernah terlintas dalam pikiranku bahwa suatu hari aku akan mendapat tawaran menjadi editor. Bagaimana mungkin? Aku masih bekerja full time sebagai sekretaris di sebuah perusahaan. Tapi itulah mungkin yang bernama “Rencana Tuhan”. Entah mengapa, entah bagaimana, sang kawan yang kenal dengan sebuah penerbit, melemparkan tawaran itu kepadaku.

Singkat kata, gayung bersambut, aku pun akhirnya menerima tawaran itu, meski tanpa latar belakang yang sesuai dan tanpa pengalaman sama sekali. Terima kasih Tuhan, Bapak yang baik hati dari penerbit itu juga telaten meladeni pertanyaan-pertanyaan naïfku yang jelas-jelas menunjukkan kosongnya pengalamanku. Bagaimana beliau bisa memberikan kepercayaan padaku, itu tetap tanda tanya bagiku. Yang jelas, saat mengirimkan naskah novel pertama yang ia berikan padaku untuk di-edit, ia menyertakan ucapan ini juga:

"Selamat menikmati pelayaran pertama untuk mengarungi lautan buku terjemahan."

Oh…bahagianya aku… Dan sekarang, aku bisa mengatakan pada dunia:

I’m a freelance editor!

Yayyy…Dan inilah posting pertamaku di blog yang kudedikasikan untuk semua yang berhubungan dengan karir editingku. Kalau Tuhan berkenan, semoga aku bisa menekuni karir ini. Semoga!!

--Fanda—
Freelance Editor (maaf ya…masih kemaruk. Masih gak percaya juga bagaimana ini bisa terjadi!)

2 komentar:

selamat ya Mbak... semoga makin sukses, apa aja kalau ditekuni memang akan menhasilkan sesuatu yang oke... selamat berkarya^^

28 Januari 2012 17.27  

Selamat ya Fanda..!

30 Januari 2012 15.25  

Posting Lebih Baru Beranda